Sabtu, 11 Februari 2012

Kisah Anak Kecil dan Sebuah Pohon Mangga


Bismillahirrahmanirrahim,
Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Suatu ketika,hiduplah sebuah pohon mangga yang sangat besar dan seorang anak kecil,anak kecil itu sangat senang sekali bermain dengan pohon tersebut,begitu pula dengan pohon tersebut,dia sangat senang sekali bermain dengan anak kecil itu…

Waktu berjalan dan berjalan tanpa henti,
Anak kecil itu pun menjadi semakin dewasa,
Kemudian anak itu datang ke pohon mangga itu dengan wajah yang sedih

“Ayo kesini! Bermain lah denganku” pinta pohon itu
“Aku bukan anak kecil yang bermain dengan pohon lagi,aku sangat ingin membeli sebuah mainan,tapi aku tak punya uang untuk membelinya” kata anak itu dengan wajah yang benar-benar memperlihatkan bahwa dia memang ingin membeli mainan itu
“Duh,maaf,aku tidak punya uang. Tapi kau bisa memetik semua buah mangga yang aku punya dan menjualnya agar kau mendapat uang untuk membeli mainan yang sangat engkau inginkan itu” kata pohon
Anak lelaki itu sangat senang dan kemudian memetik buah mangga itu satu persatu,dan kemudian menjualnya dan dia pun mendapat mainan yang dia inginkan.Namun setelah itu dia tidak pernah datang lagi.

Suatu ketika anak itu datang lagi,pohon itu sangat senang ketika anak itu datang lagi.
“Ayo bermainlah denganku” pinta pohon itu
“Aku tidak punya waktu,aku harus bekerja untuk keluargaku untuk membeli sebuah tempat tinggal,maukah kau menolongku?” tanya anak tersebut
“Duh,maaf,aku juga tidak punya uang.Tapi kau bisa menebang semua ranting ku untuk kemudian kau gunakan untuk membangun tempat tinggal untuk kau dan anak istrimu” kata pohon mangga itu.
Kemudian anak itu pun menebangnya dan kemudian pergi dengan senang.
Pohon itu sangat senang melihat anak lelaki itu senang,tapi,setelah itu anak itu pun tak pernah datang lagi.

Beberapa tahun kemudian dia datang lagi ke pohon itu.
“Ayo datang dan bermainlah denganku.” pinta pohon itu sangat senang ketika melihat anak lelaki itu pun datang lagi.
“Aku sedih,aku sudah tua dan aku ingin hidup tenang.Aku ingin pergi berlibur dan berlayar.Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?" kata anak itu
“Duh,maaf aku tidak punya kapal.Tapi kau bisa memotong batang tubuh ku untuk kemudian kau buat kapal,pergilah berlibur dan bersenang-senanglah” kata pohon
Kemudian anak itu menebang batang pohon itu dan membuat kapal idamannya.Ia pergi berlayar dan tak pernah datang lagi.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
"Maaf anakku, Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." kata pohon mangga itu.
"Tak apa, Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon mangga.
"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.
Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon mangga itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat.
Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat.
Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring dipelukan akar-akar pohon. Pohon mangga itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Pertanyaan : Siapa sebenarnya pohon mangga itu?

Teman, Pohon apel itu adalah ORANG TUA KITA.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.
Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah kadang cara kita memperlakukan orang tua kita.

Astaghfirullah,mari kita sejenak mengingat kembali semua kebaikan orang tua kita,adakah perlakuan kita seperti anak itu? Pasti sangat banyak.Oleh karena itu,se sukses apapun kita,sekaya apapun kita,jangan lupakan orang tua kita.Karena BANYAK SEKALI pengorbanan yang mereka lakukkan untuk membahagiakan kita.

Tidak kah senang rasanya ketika kita melihat orang tua kita tersenyum ketika sedang berbicara dengan orang lain sambil menunjuk kita seraya berkata “Itu anak saya,saya sangat bangga sekali punya anak seperti dia”. Subhanallah,rasanya hati ini pasti serasa dihembus angin sejuk yang lebih sejuk dari angin yang kita rasakan selama ini.

Mungkin sekian yang bisa saya sampaikan,semoga bermanfaat untuk kita semua :)

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Andhyka Cakra Buana Adhitama

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar