Senin, 11 November 2013

Seharusnya itu aku...


Seharusnya itu aku,
Aku yang menemanimu diujung sedihmu
Aku yang mengisi kekosongan hatimu
Menghapus segala air matamu
Tapi aku sadar, itu bukan aku

Seharusnya itu aku,
Yang berkali-kali menggoreskan luka dihatimu
Namun kau tetap sabar sambil tersenyum
Dan mengatakan, “aku sayang kamu”
Tapi ternyata, itu bukan aku

Seharusnya itu aku,
Yang ada dibayangan matamu ketika aku mengatakan “aku mencintaimu”
Dan kau menjawabnya dengan penuh keraguan
Aku mencoba melihat kedalam bayangan yang ada dimatamu
Dan sedihnya, itu bukan aku

Seharusnya itu aku,
Yang selalu kau bicarakan dalam setiap obrolanmu dengan rekanmu
Yang selalu kau banggakan ketika kau bersama temanmu
Tapi setiap kali kau mengobrol denganku
Aku menyadari, itu bukan aku

Itu bukan aku,
Yang selalu menjadi bahan inspirasimu
Yang selalu membuatmu bersemangat menjalani hari
Yang menjadi pasanganmu yang merangkai kata-kata di novel kehidupan ini
Yang menjadi penghapus segala kegalauanmu tentang dirinya
Yang menjadi penyebabmu bersedih maupun senang
Harusnya, itu aku...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar